Welcome! This is a website that everyone can build together. It's easy!

reproduksi sel HomeThis is a featured page


1


BAB II REPRODUKSI SEL


Reproduksi sel ( pembelahan sel ) diperlukan oleh setiap mahluk hidup untuk meneruskan keturunannya, dan yang lebih penting melestarikan jenisnya, reproduksi sel pada organisme multiseluler dapat dijelaskan secara skema berikut :


video biologi reproduksi sel


SIKLUS SEL
Siklus sel adalah suatu peristiwa yang mempunyai ukuran tertentu, dan setelah meliputi semua tahapan atau fase akan kembali pada fase semula. Fase siklus meliputi interfase dan fase mitotic.

I. Interfase
Fase dalam pembelahan mitosis yang memerlukan waktu paling lama, bahkan jumlahnya sekitar 90% dari seluruh waktu siklus sel. Termasuk fase ini adalah fase G1, S dan G2.
II. Fase Mitotik ( Fase M )
Fase replikasi kromosom sel, yang selanjutnya disebut reproduksi mitosis atau pembelahan mitosis.

Macam - macam reproduksi sel :
1. Amitosis
Merupakan pembelahan sel secara langsung ( tanpa melalui fase – fase pembelahan ). Terdapat pada semua mahluk hidup yang monoseluler, seperti bakteri, protozoa dan hewan uniseluler lainnya.

2. Mitosis
Pembelahan mitosis adalah pembelahan inti sel melalui pembentukan benang – benang kromosom pada tahapan tertentu. Mitosis berlangsung melalui 4 fase yaitu : Profase, Metafase, Anafase, dan Telofase.

a. Profase
  • Nukleus tidak dapat diindera
  • Benang – benang kromatin mulai menebal sehingga dapat diindera.
  • Setriol memisah menuju kutub yang berlawanan.
  • Membran nucleus tidak dapat diindera lagi.
  • Benang – benang kumparan ( Spindel ) menuju ketengah dan melekat pada sentromer.

b. Metafase
  • Kromosom yang telah membelah menjadi dua kromatid, memanjang dan sentromernya mengatur diri dibidang equator ( bid. Pembelahan ).

c. Anafase
  • Kedua kromatid terpisah.
  • Setiap benang – benang spindle memegang satu kromatid tepat pada sentromer.
  • Benang – benang spindle tersebut selanjutnya menarik tiap kromatid, sehingga kromatid yang melepaskan diri dari pasangannya masing – masing bergerak menuju kutub yang berlawanan.

d. Telofase
  • Pada setiap kutub telah dijumpai adanya satu set kromosom
  • Selubung nucleus mulai terlihat
  • Nukleolus dapat diindera kembali.
  • Kromosom tidak dapat lagi diindera.

3. Meiosis
Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Meiosis memegang peranan penting dalam pembentukan sel kelamin / gamet dalam kelenjar kelamin ( gonad ).
Dalam pembelahan meiosis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut – turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis I dan meiosis II dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah sel haploid ( n ).

A. Meiosis I

1. Profase 1
  • Leptoten, benang – benang kromatin memendek dan menebal menjadi kromosom.
  • Zigoten, kromosom yang homolog saling berpasangan atau bergandengan.
  • Pakiten, masing – masing kromosom yang ganda membelah menjadi dua kromatid dengan sentromer bersatu.
  • Diploten, kromatid membesar dan memendek lagi, dan disini terjadi pindah silang ( crossing over ).
  • Diakinesis, kromosom menggantung pada sentromernya, dinding inti dan nucleolus mereduksi, terbentuk bangunan gelondong.

2. Metafase 1
  • Kromosom – kromosom yang homolog terletak disepanjang bidang pembelahan / equator.

3. Anafase 1
  • Kromosom2 yang homolog saling berpisah, menuju kutub yang berlawanan, masing – masing melekat pada sentromernya. Benang – benang penyusun gelondong dan seluruh isi sel tanpak memanjang.
4. Telofase 1
  • Kromatid menjadi kromatin kembali, benang – benang penyusun spindle menghilang. Membran nucleus dan nucleolus mulai terbentuk kembali. Bidang –bidang pembelahan menjadi 2 belahan yang sama besar sehing akan terbentuk dua sel yang haploid.


B. Meiosis II

1. Profase 2
  • Membran nucleolus dan nucleus menghilang, benang – benag kromatin memendek menjadi kromosom, kromosom menggantung pada spindle.

2. Metafase 2
  • Kromosom homolog bergerak menuju bidang equator, setiap kromosom terdiri dari dua belahan kromatid yang sentromernya belum memisah.

3. Anafase 2
  • Sentromer membelah dan kromatid terpisah dan masing – masing menuju kutub yang berlawanan.

4. Telofase 2
· Kromatid berubah menjadi kromatin, membrane nucleus dan nucleolus mulai terbentuk, bidang pembelahan / equator membagi sel menjadi 2 sehingga akan terbentuk dua sel anakan yang bersifat haploid.


Perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis
No Faktor Pembeda Mitosis Meiosis
1
2

3
4
Tempat
Hasil

Tahap
Fungsi / tujuan
Sel somatic
2 Sel diploid ( 2 )n = 46
1 x pembelahan
- Pertumbuhan
- Pengganti sel yang
rusak
- Menjaga factor ge
netik
Sel germinal
4 Sel haploid ( n ) = 23
2 x pembelahan
Menjaga agar jumlah kromosom tidak berlipat apabila terjadi fusi gamet jantan dan betina

GAMETOGENESIS

Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet, yang berlangsung secara meiosis. Dalam proses ini kadang2 terjadi fase maturasi ( pematangan ), yaitu fase perkembangan dari hasil akhir meiosis yang kadang tidak langsung berupa gamet untuk menjadi gamet. Gametogenesis dibedakan menjadi 2 yaitu Spermatogenesis dan Oogenesis.

1. Spermatogenesis

Merupakan proses pembentukan sperma atau sel gamet jantan didalam alat kelamin jantan ( testis ), tepatnya berlangsung ditubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadotropin dan testosterone. Pada proses ini akan dihasilkan 4 sel spermatozoa, yang masing – masing bersifat haploid dan dilengkapi dengan bulu cambuk ( flagel ).
bab 3

Bagan Spermatogenesis


4


Sperma yang terbentuk akan melaluis saluran tubulus yang berkelok – kelok meninggalkan testis melalui epididimis. Didalam epididimis lebih kurang 3 minggu sperma menjadi dewasa dan masuk ke vas deferen, diujung vas deferen sperma bercampur dengan getah produk kelenjar ( vesikula seminaris, prostate, dan cowperi ), getah ini menjamin kehidupan sperma, karena getah ini bersifat basah. Selanjutnya membentuk cairan sperma ( semen ). Pada saat ejakulasi ( memencarnya semen 0 lebih kurang 5 ml dengan kandungan sperma lebih kurang 50 juta.

2. Oogenesis

Merupakan proses pembentukan sel – sel gamet betina ( ovum ) didalam ovarium hewan. Pada hasil ini akan dihasilkan 4 sel telur tetapi hanya satu saja yang fungsional, sebab selnya mengandung plasma dan inti yang berkromosom tunggal, sedangkan 3 sel telur lainnya letal atau mengalami kematian sehingga tetap tetap melekat pada salah satu kutub dan berubah menjadi sel kutub ( polosit ).


Bagan Oogenesis

3





Pembentukan gamet pada tumbuhan biji

2










Pembentukan gamet pada tumbuhan biji

1. Mikrosporogenesis

Pada bunga terdapat alat kelamin jantan yang berupa benang sari. Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala sari ( antera ). Didalam kepala sari dihasilkan mikrosporosit yang diploid. Mikrosporit ini akan membelah secara meiosis, menghasilkan dua mikrospora yang haploid. Selanjutnya masing – masing mikrospora membela lagi sehingga dihasilkan 4 mikrospora yang tetap mengelompok menjadi satu. Selanjutnya nucleus dari setiap mikrospora membelah menjadi dua nucleus haploid. Peristiwa ini disebut Kariokinesis. Nukleus yang satu disebut nucleus saluran serbuk sari, yang lain disebut nucleus generatif. Setelah serbuk sari terbentuk. Nucleus generatif akan membelah secara mitosis menghasilkan 2 nukleus sperma atau spermatogen. Sedangkan nucleus saluran serbuk sari tidak membelah, dengan demikian setiap serbuk sari yang masak akan memiliki tiga nucleus haploid yaitu satu nucleus saluran serbuk sari dan dua spermatogen. Spermatogen ini akan masak menjadi spermatozoid.

2. Megasporogenesis

Sel telur atau ovum berasal dari sel induk atau megasporosi yang diploid. Sel ini terdapat dalam ovariumnatau bakal buah. Mula – mula megasporosit membelah meiosis menghasilkan dua sel haploid. Selanjutnya masing – masing sel haploid membelah sekali lagi, sehingga seluruhnya dihasilkan 4 megaspora yang haploid yang tersusun berderetan. Tiga megaspore akan mengalami degenerasi, sehingga mati. Sedangkan satu megaspore lainnya akan tetap hidup dan akan membelah meiosis menghasilkan 2 megaspora haploid. Masing – masing megaspore akan bergerak kearah kutub yang berlawanan yang satu akan menuju kalaza, sedangkan yang lainnya menuju ke mikropil. Selanjutnya masing – masing megaspora membelah 2 kali berurutan tanpa diikuti pembelahan sitoplasma sel, sehingga didalam sel tersebut terdapat delapan inti haploid.
Sel besar tempat pembentuka megaspore ini disebut kandung lembaga muda, yang dilindungi oleh kulit yang pada salah satu ujungnya bercelah disebut mikropil. Mikropil ini merupan tempat masuknya saluran serbuk sari kedalam kandung lembaga. Selanjutnya satu inti yang dekat mikropil menuju ketengah kandung lembaga bergabung dengan satu inti yang berasal dari kalaza, membentuk megagametosit. Tiga inti yang tertinggal didaerah kalaza disebut antipoda akan mengalami degenerasi dan akan mati. Tiga inti yang berada didaerah mikropil, yang tengah menjadi sel telur ( ovum ), sedangkan pengapitnya disebut sinergid. Sinergid ini juga akan mengalami degenerasi dan mati. Setelah terbentuk ovom dan megagametosit, berarti kandung lembaga sudah masak dan siap dibuahi.
Pada tumbuhan biji tertutup terjadi pembuahan ganda, Spermatozoid yang masuk kedalam kandung lembaga dari setiap buluh serbuk sari ada 2 buah, yang satu membuahi ovum menghasilkan zigot, sedangkan spermatozoid yang membuahi megagametosit, menghasilkan calon endosperma.







Posted Anonymously Latest page update: made by Anonymous , Jul 24 2009, 5:45 AM EDT (about this update About This Update Posted Anonymously Edited anonymously


view changes

- complete history)
Keyword tags: None (edit keyword tags)
More Info: links to this page

Anonymous  (Get credit for your thread)


There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.